Scroll untuk melanjutkan membaca
Contoh DBMS yang Paling Populer Digunakan

Contoh DBMS yang Paling Populer Digunakan

Contoh DBMS yang Paling Populer Digunakan

Halo sobat IT! Apa saja contoh DBMS terpopuler? Seperti yang diketahui, sistem manajemen basis data atau DBMS adalah sistem yang digunakan oleh pengguna data untuk menyimpan dan mengelola semua data di basis data.

Oleh sebab itu, peranannya sangatlah penting untuk mengelola data dengan jumlah besar. Jika kamu ingin mengejar karir di bidang data sebagai ilmuwan data atau analis data, maka kamu akan banyak memakai DBMS dalam pekerjaan harian kamu.

Apa Itu DBMS?

Seperti yang disebutkan, DBMS maupun Database Management System merupakan perangkat lunak yang membantu pengguna mengelola, menyimpan, dan mengakses basis data. Perangkat ini sangat membantu untuk membuat dan memperbarui data.

Selain itu, DBMS berjalan menggunakan perintah sistem. Adanya fitur untuk memasukkan perintah memungkinkan administrator basis data agar memberikan instruksi ketika ingin mengambil, mengganti dan juga memuat data yang tersedia.

Contoh DBMS Terpopuler

Di bawah ini kamu bisa menemukan beberapa contoh terpopuler dan gambaran umum yang dimiliki masing-masing software:

1. PostgreSQL

PostgreSQL
Sumber: www.researchgate.net

PostgreSQL sendiri adalah suatu sistem manajemen basis data dengan sumber terbuka tingkat perusahaan. DBMS ini berperan penting terhadap SQL terkait kueri relasional dan juga JSON pada kueri non-relasional.

Pengguna utamanya adalah pengembang dan administrator basis data. Mereka memanfaatkannya untuk pengembangan aplikasi, menjaga integritas data, dan menghadirkan lingkungan yang toleran pada kesalahan.

Kode PostgreSQL tersedia secara bebas di bawah lisensi open source. Dengan adanya PostgreSQL, kamu bisa menentukan tipe data, menjalankan fungsi custom, dan menuliskan kode ke banyak bahasa pemrograman tanpa perlu kompilasi ulang database.

Contoh DBMS ini dapat bekerja pada sistem operasi utama, termasuk pada distribusi Unix, Linux, macOS dan Windows. Selain itu juga cocok pada banyak bahasa pemrograman berupa Ruby, Phyton, Java, Perl, C, dan C++.

2. MongoDB

MongoDB
Sumber: www.mongodb.com

MongoDB lebih dari sekedar sistem database dokumen SQL (NoSQL) yang mengkompilasi informasi ke dalam koleksi dan dokumen. Sebagian fitur terbaik MongoDB yaitu menyimpan data yang tak terstruktur, replikasi API dan indeks penuh.

Selain itu, MongoDB mendukung database tanpa skema yang dapat menyertakan kumpulan banyak dokumen. Data basis data tidak perlu mendefinisikan hubungan. Untuk alasan ini, MongoDB sangat cocok untuk proyek besar yang berisi jutaan dokumen.

Perangkat lunak ini cocok untuk banyak bahasa pemrograman, misalnya PHP, Node.js, Scala, Motor, C# dan Swift. Contoh DBMS ini dapat berjalan disemua sistem operasi utama termasuk Linux, Windows, dan macOS.

3. Cassandra Database

Cassandra Database
Sumber: dbeaver.com

Cassandra adalah DBMS lain yang juga bagian dari NoSQL. Sistem ini memiliki skalabilitas tinggi sehingga pengguna dapat menambahkan banyak node dan mesin sehingga bisa meningkatkan daya komputasi.

Bukan itu saja, Cassandra juga mendistribusikan database lewat replikasi data pada beberapa pusat data di cloud. Software ini memakai penyimpanan terdistribusi dengan gaya Dinamo Amazon dan juga teknik pemodelan untuk data Big Table Google.

Untuk alasan ini, Cassandra adalah contoh DBMS dengan sistem yang sangat tersedia dan tanpa kesalahan. Tidak sedikit perusahaan besar Spotify, Instagram hingga Twitter yang memanfaatkan Cassandra agar mengelola database.

Sistem ini kompatibel dengan format data terstruktur, semi terstruktur, dan tidak terstruktur yang dapat berubah sewaktu-waktu. Adapun sistem basis data ini juga bersifat open source yang dapat kamu pakai di Windows, Linux maupun macOS.

4. Oracle Database

Oracle Database
Sumber: www.researchgate.net

Berdasarkan pada peringkat DB-Engine, Oracle disebut sebagai DBMS paling populer. Oracle adalah RDBMS dengan arsitektur terpisah antara struktur logis dan fisik.

Salah satu fitur terbaik dari database Oracle adalah komputasi grid perusahaannya yang menggunakan penyimpanan fisik modular dan server yang dapat diskalakan untuk pengguna.

Oracle dibangun di atas arsitektur caching dalam memori yang menjamin kinerja maksimal untuk database yang sangat besar. Oracle sangat memudahkan pengguna dimana kamu bebas memakai, mengintegrasikan hingga mendistribusikan kode.

5. MySQL

MySQL
Sumber: www.phpmyadmin.net

Contoh DBMS terakhir yaitu MySQL, sistem manajemen database relasional berdasarkan SQL dan arsitektur client-server. Paling banyak digunakan, karena kompatibel ke banyak platform komputer seperti distribusi Linux, Windows dan macOS.

MySQL juga cocok untuk Java, C++, Perl, C, Python, Ruby dan PHP. Selain itu, MySQL juga memakai format tabel dalam mengatur data serta menjaga kesatuan antar elemen.

Kelebihan DBMS ini yaitu bersifat open source, sehingga siapa saja bisa memodifikasi, mendistribusikan, dan menerbitkannya sesuai General Public License (GNU). Namun, kamu harus membeli versi berlisensi untuk menyematkan kode dalam aplikasi komersial.

Kalau kamu menggunakan MySQL, kamu bisa mencoba phpMyAdmin. Menariknya, aplikasi web ini tersedia gratis. Tentunya sangat membantu kamu dalam mengelola MySQL lewat antarmuka yang intuitif.

Jika ingin terjun ke ranah data, tentunya harus tahu cara menggunakan DBMS. Selain itu, kamu juga perlu memiliki persiapan yang tepat. Contoh DBMS di atas adalah gambaran penting yang akan membantu kamu di awal.

Posting Komentar
Archive